Free Shipping Untuk 1000 Order Pertama Tiap Bulannya
0 Cart
Added to Cart
    You have items in your cart
    You have 1 item in your cart
    Total
    Check Out Continue Shopping

    Torch

    Blog Menu

    Tipe Traveler Apakah Sob? Yuk Ikuti Kuis Kepribadian Ini! ;)

    Setiap traveler memiliki kecenderungan atau pilihan masing-masing dalam menentukan destinasi wisata hingga kegiatan favorit saat traveling. Kecenderungan tersebut tanpa disadari merupakan bagian dari kepribadian seorang traveler. Menurut survey yang dilakukan oleh TORCH, terdapat 4 tipe kepribadian traveler berdasarkan beberapa faktor. Penasaran tipe traveler apakah sebenarnya Sob? Yuk ikutan kuis simple dibawah ini, check it out!

    1. Tempat traveling favorit? A. Pantai B. Tempat bersejarah, cth: candi, museum C. Mall, tempat kuliner/restauran D. Gunung/bukit/hutan
    1. Sob lebih suka traveling dengan siapa? A. Pasangan/pacar B. Teman C. Keluarga D. Sendiri
    1. Aktivitas traveling favorit? A. Menikmati sunrise/sunset di pinggir pantai B. Keliling tempat bersejarah C. Shoping dan wisata kuliner D. Kegiatan outdoor, cth: hiking, flying fox, bungee jumping
    1. Transportasi favorit ketika traveling? A. Bus, kereta api B. Kendaraan pribadi C. Pesawat terbang D. Hitchiking/nebeng untuk sampai ke tempat tujuan traveling
    1. Jenis tas yang selalu dibawa ketika traveling? A. Backpack/tas ransel B. Travel bag/duffle bag C. Koper D. Carrier/tas gunung
      Cek hasilnya di bawah ini! # Jika lebih banyak jawaban A, maka Sob termasuk tipe ROMANTIC TRAVELER Tipe traveler ini cenderung menyukai tempat-tempat dengan view yang indah nan romantis. Bersantai berdua dengan pasangan menikmati sunset di pinggir pantai atau puncak bukit akan jadi pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan. Rekomendasi tempat traveling: Bali, Batu (Malang), Lembang, Phuket (Thailand), Paris, Santorini, Maldives, Venesia # Jika lebih banyak jawaban B, maka Sob termasuk tipe INTELLECTUAL TRAVELER Tipe traveler ini cenderung menyukai tempat-tempat seni dan bersejarah, mengenal asal-muasal suatu tempat atau kejadian dengan mengunjungi berbagai museum dan candi yang ada di tempat tujuan traveling bersama teman. Rekomendasi tempat traveling: Yogyakarta, Toraja, Eropa, India, Machu Picchu, Istanbul, Kairo # Jika lebih banyak jawaban C, maka Sob termasuk tipe LUXURIOUS TRAVELER Tipe traveler ini cenderung menyukai tempat-tempat dengan fasilitas modern dan mewah untuk menikmati tempat wisata. Mulai pergi menggunakan pesawat terbang atau bahkan menyewa jet pribadi, menginap di hotel berbintang hingga jalan-jalan ke tempat wisata dengan budget fantastis Dari tampilan luarnya, biasanya tipe ‘luxurious traveler’ dapat dikenali dengan bawaannya berupa koper, tas dan setelan pakaian branded. Rekomendasi tempat traveling: Bali, Lombok, Raja Ampat, London, Paris, Jepang, Korea Selatan # Jika lebih banyak jawaban D, maka Sob termasuk tipe ADVENTUROUS TRAVELER Tipe traveler ini cenderung menyukai tempat-tempat dengan suasana alam seperti pegunungan, perbukitan atau hutan. Mereka pun senang melakukan berbagai jenis kegiatan outdoor yang dapat menantang adrenalin mulai dari trekking, hiking hingga melakukan hal-hal ekstrem seperti bermain water sport, paralayang, flying fox dan bungee jumping. Rekomendasi tempat traveling: Lombok (Gunung Rinjani), Matantimali –Sulawesi (Paralayang), Bali (Water Sport & Bungee Jumping), Selandia Baru (Flying Fox, paralayang, bungee jumping), Brazil (hutan Amazon), Tanzania (Savana Afrika) Dari ke-4 tipe traveler yang telah disebutkan, termasuk tipe apakah Sob? Share jawabannya ya! :D  
    Written by: @hanie_20

    Apa Perbedaan Paspor & Visa? Yuk Cari Tau!

    Ada beberapa hal yang harus Sob persiapkan untuk traveling ke luar negeri, diantaranya ialah paspor dan visa. Bagi Sob yang masih bingung tentang perbedaan paspor dan visa, berikut akan TORCH jelaskan secara rinci; #PASPOR Syarat utama bagi Sob yang ingin bepergian atau traveling ke luar negeri ialah dengan memiliki paspor. Terdiri dari 2 jenis, paspor biasa berbentuk buku kecil dan paspor elektronik atau yang lebih dikenal sebagai e-passport, merupakan identitas resmi kewarganegaraan seseorang. Ketika memasuki wilayah negara lain melalui bandara atau pelabuhan, petugas imigrasi akan mengecek paspor Sob untuk melakukan pendataan dan verifikasi. Paspor juga akan diberi cap (stempel) atau disegel dengan visa yang dilakukan oleh petugas negara tempat kedatangan. Dokumen Pembuatan Paspor Untuk membuat paspor, Sob dapat mengisi formulir via https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml atau bisa dengan mendatangi kantor imigrasi terdekat yang ada di daerah tempat tinggal dengan menyiapkan beberapa dokumen sebagai berikut; -Fotocopy KTP (Kartu Tanda Penduduk) -Fotocopy Kartu Keluarga -Fotocopy Akte Kelahiran/Surat Nikah/Ijazah Terakhir *Bawa juga dokumen aslinya untuk verifikasi Biaya Pembuatan Paspor Biaya pembuatan paspor pun beragam sesuai dengan jenis dan jumlah halamannya; -Paspor biasa 48 halaman Rp. 300.000,- -Paspor biasa elektronis (e-passport) 48 halaman Rp. 600.000,- -Paspor biasa 24 halaman Rp. 100.000,- -Paspor biasa elektronis (e-passport) 24 halaman Rp. 350.000,- (*saat ini belum tersedia) *Sumber: http://www.imigrasi.go.id/   #VISA Bagi yang belum pernah atau baru akan pertama kali ke luar negeri, biasanya bingung membedakan antara visa dan paspor. Sederhananya, paspor ialah 'KTP' untuk keluar negeri sedangkan visa merupakan tiket masuk ke suatu negara yang bisa di “beli” di perbatasan / bandara yang akan di tuju (visa on arrival, berbentuk sampel) atau diajukan sebelum berangkat melalui kantor kedutaan suatu negara (visa pre-arrival, berbentuk stiker). Tiap negara memiliki syarat sendiri bagi orang asing yang akan mengajukan visa. Biayanya pun berbeda-beda tergantung kebijakan negara tersebut, Selain itu, ada juga beberapa negara yang bisa Sob kunjungi tanpa memerlukan visa. Mayoritas ialah negara-negara di Asia Tenggara selain Papua Nugini dan Myanmar. *Update terbaru, khusus Myanmar harus mengajukan visa on arrival ke kedutaannya. List Negara Bebas Visa bagi WNI, klik http://www.torch.id/spot-destination/list-negara-bebas-visa-bagi-wni   Short Tips: Untuk menghemat budget traveling ke luar negeri, Sob dapat meringkas barang bawaan dengan hanya membawa #backpack (klik http://www.torch.id/product-category/backpack) dan #travelpouch (http://www.torch.id/product-category/travel-pouch-series)  

    Written by: @hanie_20

    Lakukan 5 Cara Ini Agar Dompet Sob Aman Ketika Traveling!

    Traveling bisa jadi pengalaman tak mengenakkan jika Sob ceroboh atau tidak berhati-hati. Kehilangan barang khususnya dompet ketika traveling merupakan salah satu contohnya. Untuk mencegah hal tersebut, lakukan 5 cara ini agar dompet aman ketika traveling; 1. Jangan perlihatkan dompet di depan umum Sebisa mungkin jangan mengeluarkan serta memperlihatkan dompet ketika tengah berada di fasilitas umum seperti di dalam angkot, terminal bus dan di tempat ramai lainnya. Hal ini dapat mengundang copet untuk mengintai Sob. 2. Simpan dompet di tempat yang tersembunyi Agar tak menarik perhatian orang jahat, simpan dompet serta barang berharga milik Sob lainnya di tempat yang tersembunyi misalnya di dalam saku jaket yang tertutup (memiliki seleting). Hindari juga untuk menyimpan dompet di dalam saku celana bagian belakang karena bisa jadi sasaran empuk para copet. 3. Simpan dompet di tempat yang aman Untuk mengantisipasi hilangnya dompet saat traveling, lebih baik Sob menyimpannya di tempat yang aman seperti di dalam travel pouch. Tipsnya ialah dengan memakai/selempangkan travel pouch di depan agar bisa terus Sob pantau, 4. Gunakan rantai untuk mengamankan dompet Bagi Sob yang tak suka membawa banyak barang ketika traveling ataupun melakukan kegiatan outdoor, gunakan rantai yang dikaitkan di slot ikat pinggang untuk mengamankan dompet. Hal ini bisa jadi cara teraman dan simple untuk menyimpan dompet di dalam saku celana, 5. Pisahkan sejumlah uang di beberapa tempat Sebagai antisipasi jika Sob kehilangan dompet, pisahkan sejumlah uang ke dalam beberapa tempat seperti saku jaket, saku celana bahkan bisa juga di dalam kaos kaki.   Article (On Pict): Dompet kulit imitasi Blyth Info & order, klik http://www.torch.id/shop/accessories/blyth atau hubungi CS via; -LINE@: @torch.id (klik http://line.me/ti/p/%40torch.id) -Sms/whatsapp: 081931342126 -Pin: 5B6B532D (klik www.pin.bbm.com/5B6B532D)  

    Written by: @hanie_20

    ASAL-USUL DAN SEJARAH BACKPACK SEJAK JAMAN LAMPAU

    Tas ransel atau yang secara global lebih dikenal sebagai backpack merupakan wadah penampung barang yang terdiri dari dua tali memanjang vertikal melewati bahu dan dipakai di punggung. Bentuk umum dari backpack ini memungkinkan manusia membawa beban berat karena pinggul lebih kuat dari bahu sehingga dapat menyeimbangkan tubuh serta mencegah beban mencederai tulang punggung.

    Perkembangan backpack sudah ada sejak jaman lampau saat masyarakat membutuhkan alat untuk membawa barang keperluan mereka yang semakin banyak dan berat di punggungnya. Selain itu, peperangan juga mempengaruhi perkembangan backpack, baik dalam hal desain maupun material.

    Model backpack tradisional  pun berbeda-beda, sesuai dengan fungsi serta kegiatannya seperti memanjat, mendaki, memanen, berburu hingga mengambil air. Backpack tradisional atau yang lazim disebut keranjang dipakai masyarakat jaman dahulu untuk membawa berbagai ragam barang, peralatan atau hasil pertanian. Berikut ini merupakan jenis-jenis backpack tradisional yang berasal dari berbagai negara.

    1. Bakul Tambok, Kalimantan Bakul Tambok, Kalimantan Berasal dari Kalimantan, Bakul Tambok yang terbuat dari rotan ini biasa digunakan masyarakat Bidayuh untuk membawa hasil panen, menyimpan padi atau beras di jaman dahulu hingga sekarang dengan cara menyangkutkan tali bakul pada dahi mereka. 2.  Cista Cibaria, Italia [gallery columns="2" size="full" ids="5603,5602"]

    Hampir sama kegunaannya dengan bakul asal Kalimantan, Cista Cibaria asal Italia ini digunakan untuk menyimpan dan membawa hasil perkebunan. Cara memakainya ialah dengan memakai kedua tali di bahu sama seperti backpack modern.

    3. Pasiking, Filiphina Pasiking, Filiphina

    Backpack tradisional dan unik yang disebut Pasiking ini digunakan oleh masyarakat Filiphina yang tinggal di pegunungan untuk membawa barang-barang serta perlengkapan seperti alat-alat perkebunan hingga perburuan. Pasiking terbuat dari anyamann rotan yang dilapisi dengan serat panjang dari daun nanas.

    4. Sherpa, Nepal  Sherpa Baskets, Nepal

    sherpa yang berasal dari Nepal ini digunakan dengan menyangkutkan tali sherpa di atas kepala untuk membawa berbagai peralatan dan hasil kebun seperti kentang dan umbi-umbian lainnya. Masyarakat Nepal bahkan bisa membawa beban benda hingga 120 kg menggunakan sherpa.

    5.  Tragekorb, Jerman Tragekorb, Jerman

    Di Eropa bagian utara, keranjang anyaman secara tradisional digunakan untuk menampung hasil panen buah atau jamur. Foto diatas merupakan gambar petani kebun anggur di Jerman pada tahun 1940. Di Jerman, keranjang anyaman disebut Tragekorb.

    Dari kelima backpack tradisional (keranjang) diatas terdapat persamaan yaitu terdiri dari bahan-bahan alam seperti rotan, kayu dan serat tanaman serta memiliki tali untuk memudahkan masyarakat membawa berbagai barang, perlengkapan hingga hasil panen. Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis-jenis keranjang tradisional atau biasa disebut bakul yang masih digunakan hingga sekarang.

     
    Source: https://74fdc.wordpress.com
    Written and Documented by:@hanie_20

    Berwisata Seru Ala Eropa di Farm House Lembang

    Sudah punya rencana liburan akhir tahun?

    Jika belum, liburan serta berwisata ke Farm House Lembang di Bandung bisa jadi alternatif seru. Tempat dengan konsep peternakan ala Eropa ini menawarkan hiburan alam yang bisa Sob nikmati bersama teman ataupun keluarga. Beralamat di Jl. Raya Lembang No. 108, akses untuk menuju kesini cukup mudah; Tinggal mengikuti jalan raya Lembang di sebelah kanan sebelum Grand Hotel Lembang. Tiket masuknya pun cukup terjangkau yaitu sebesar Rp 20.000 plus tiket parkir sebesar Rp 5.000 (untuk motor) dan Rp 10.000 (untuk mobil). Lahan parkir Farm House yang luas bisa menampung banyak mobil dan motor. Tukarkan tiket masuk dengan segelas susu murni segar atau sosis bakar yang lezat.

    Selain itu, Sob bisa berfoto ria bersama beberapa binatang yang ada di Farm House seperti burung, sugar glider, kelinci, kuda dan domba lucu dengan bulu wol-nya yang lebat.

    [gallery columns="4" size="large" ids="5540,5538,5541,5539"]

    Tempat yang sedang hits di instagram ini juga memiliki berbagai bangunan unik yang cocok dijadikan spot foto, salah satunya ialah 'Rumah Hobbit'. Untuk bisa berfoto di "Rumah Hobbit", Sob harus sabar mengantri karena banyak orang juga yang ingin berfoto disana.

    [caption id="attachment_5537" align="aligncenter" width="640"]Antri untuk foto di Rumah Hobbit Antri untuk foto di Rumah Hobbit[/caption]  

    Spot foto lainnya yaitu bangunan-bangunan unik berarsitektur Eropa klasik. Bangunan-bangunan ini sebenarnya merupakan toko souvenir dan restauran. Jika berminat, Sob dapat membeli berbagai cendramata unik untuk oleh-oleh ataupun mencicipi makanan yang ada di restaurant. Harga makanan disana bervariasi, mulai Rp 8.000 hingga Rp 50.000.

    [gallery columns="4" size="large" ids="5545,5544,5543,5542"]

    Karena cuaca di Lembang cukup dingin, lebih baik Sob menggunakan baju tebal atau jaket agar tak menggigil kedinginan. Selain itu, cukup bawa travel pouch atau tas selempang kecil untuk menyimpan segala keperluan seperti dompet dan gadget agar lebih praktis.

    So, tertarik berwisata ke Farm House Lembang? :)
     
    Written and Documented by:@hanie_20