A Potrait from India

Hey Sob, ini merupakan salah satu kisah saya dari India...

Saat itu saya sedang berada di kota Jaipur, India. Saya sedang berjalan kaki pulang ke penginapan setelah melihat Jal Mahal, sebuah istana terapung di tengah-tengah Danau Man Sagar. Sayangnya istana ini sedang tutup. Kepanasan dan sendirian, saya lalu berjalan pulang ke arah penginapan.

Saat berjalan dan mencari-cari obyek foto di jalan, saya bertemu dengan seorang anak dan ibunya. Mereka terlihat kotor dan lelah, mungkin berasal dari kasta yang rendah. Mereka sedang berjalan tanpa alas kaki saat saya bertemu mereka. Mungkin lebih tepatnya mereka yang menemukan saya dan bukan sebaliknya. Si anak yang awalnya lelah lalu berubah menjadi sedikit ceria saat melihat saya berjalan membawa satu kamera besar.

Anak itu lalu mendekat dan meminta saya mengambil satu potret dirinya. Tapi sebelum itu, ia menoleh pada ibunya meminta persetujuannya. Ibunya membalas tatapan anaknya, dengan muka bercampur antara senang dan malu. Ia tampak malu akan ulah anaknya, namun ia tersenyum dan berbicara dalam bahasa India lalu mengangguk. Ibu itu mengangguk, memberi perstujuan sekaligus meminta saya memaklumi kelakuan anaknya.

Tapi sebenarnya saya sama sekali tidak keberatan.

Saya lalu mengambil satu foto dirinya dan menunjukkan hasilnya. Anak itu meminta saya mengambil satu foto lagi bersama ibunya. Ia berlari menuju ibunya, lalu merangkulnya. Berpose, meminta saya mengambil foto mereka. Dengan senang hati saya mengambil foto lagi.

Awalnya, sang Ibu terlihat malu dan risih akan penampilannya, sedangkan mata si anak berbinar ceria. Saat mereka sudah tampak cair dan terbiasa, saya kembali mengambil satu foto lagi.  Ada rasa yang tak ternilai saat mereka melihat hasilnya di LCD kamera saya, mengagumi foto diri mereka. Mereka tersenyum, lalu pamit untuk melanjutkan perjalanan. Ada sebuah rasa sesal karena saya tidak bisa memberikan hasil cetakan fotonya pada mereka. Karena saya merasa mendapati diri mereka diabadikan dalam foto adalah sebuah kemewahan bagi mereka. --- Sistem kasta adalah satu sistem sosial di India. Dalam sistem kasta, masyarakat dibagi menjadi empat Varna yang terdiri dari Brahmana atau pendeta, Ksatria atau bangsawan, Weisya atau pedagang dan orang biasa, dan Shudra yang merupakan para pekerja.

Namun ada beberapa grup yang tak termasuk sistem tersebut. Mereka adalah kaum Dalit. Kata Dalit sendiri berasal dari bahasa sansekerta dan berarti “tertekan”, “tanah”. Kaum yang ‘tak tersentuh’ ini konon sering mendapat tekanan dari kasta-kasta lain yang lebih tinggi di negara-negara India, Nepal, Pakistan dan sekitarnya.

Di India, kaum Dalit mengalami banyak diskriminasi dalam pendidikan, kesehatan dan kehidupan sehari-hari. Mereka merupakan kaum atau golongan masyarakat dengan tingkat kejahatan, putus sekolah, dan buta huruf tertinggi di India. Walaupun konstitusi india melarang diskriminasi berdasarkan kasta, tetapi hal-hal semacam ini kadang masih terjadi.

Written by: Icak Darmastyo (ig: @darmastyo) Edited by: @hanie_20

 
June 22, 2015 1 tags (show)

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.