ASAL-USUL DAN SEJARAH BACKPACK SEJAK JAMAN LAMPAU

Tas ransel atau yang secara global lebih dikenal sebagai backpack merupakan wadah penampung barang yang terdiri dari dua tali memanjang vertikal melewati bahu dan dipakai di punggung. Bentuk umum dari backpack ini memungkinkan manusia membawa beban berat karena pinggul lebih kuat dari bahu sehingga dapat menyeimbangkan tubuh serta mencegah beban mencederai tulang punggung.

Perkembangan backpack sudah ada sejak jaman lampau saat masyarakat membutuhkan alat untuk membawa barang keperluan mereka yang semakin banyak dan berat di punggungnya. Selain itu, peperangan juga mempengaruhi perkembangan backpack, baik dalam hal desain maupun material.

Model backpack tradisional  pun berbeda-beda, sesuai dengan fungsi serta kegiatannya seperti memanjat, mendaki, memanen, berburu hingga mengambil air. Backpack tradisional atau yang lazim disebut keranjang dipakai masyarakat jaman dahulu untuk membawa berbagai ragam barang, peralatan atau hasil pertanian. Berikut ini merupakan jenis-jenis backpack tradisional yang berasal dari berbagai negara.

1. Bakul Tambok, Kalimantan Bakul Tambok, Kalimantan Berasal dari Kalimantan, Bakul Tambok yang terbuat dari rotan ini biasa digunakan masyarakat Bidayuh untuk membawa hasil panen, menyimpan padi atau beras di jaman dahulu hingga sekarang dengan cara menyangkutkan tali bakul pada dahi mereka. 2.  Cista Cibaria, Italia [gallery columns="2" size="full" ids="5603,5602"]

Hampir sama kegunaannya dengan bakul asal Kalimantan, Cista Cibaria asal Italia ini digunakan untuk menyimpan dan membawa hasil perkebunan. Cara memakainya ialah dengan memakai kedua tali di bahu sama seperti backpack modern.

3. Pasiking, Filiphina Pasiking, Filiphina

Backpack tradisional dan unik yang disebut Pasiking ini digunakan oleh masyarakat Filiphina yang tinggal di pegunungan untuk membawa barang-barang serta perlengkapan seperti alat-alat perkebunan hingga perburuan. Pasiking terbuat dari anyamann rotan yang dilapisi dengan serat panjang dari daun nanas.

4. Sherpa, Nepal  Sherpa Baskets, Nepal

sherpa yang berasal dari Nepal ini digunakan dengan menyangkutkan tali sherpa di atas kepala untuk membawa berbagai peralatan dan hasil kebun seperti kentang dan umbi-umbian lainnya. Masyarakat Nepal bahkan bisa membawa beban benda hingga 120 kg menggunakan sherpa.

5.  Tragekorb, Jerman Tragekorb, Jerman

Di Eropa bagian utara, keranjang anyaman secara tradisional digunakan untuk menampung hasil panen buah atau jamur. Foto diatas merupakan gambar petani kebun anggur di Jerman pada tahun 1940. Di Jerman, keranjang anyaman disebut Tragekorb.

Dari kelima backpack tradisional (keranjang) diatas terdapat persamaan yaitu terdiri dari bahan-bahan alam seperti rotan, kayu dan serat tanaman serta memiliki tali untuk memudahkan masyarakat membawa berbagai barang, perlengkapan hingga hasil panen. Di Indonesia sendiri banyak sekali jenis-jenis keranjang tradisional atau biasa disebut bakul yang masih digunakan hingga sekarang.

 
Source: https://74fdc.wordpress.com
Written and Documented by:@hanie_20

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.