Icak dan Mie Instan

Selama melakukan perjalanan overseas, ada kalanya traveler ingin menyantap makanan-makanan khas negara sendiri… Untuk menyiasatinya, traveler dapat mencari makanan yang rasanya tidak jauh berbeda atau mencari makanan instan khas seperti snack ataupun mie instan. Ini juga yang dilakukan sobat kita, Icak selama traveling keliling Asia. Saking kangennya makanan khas Indonesia (mie instan), Icak rela susah payah mencarinya di setiap supermarket dan minimarket yang ia temui. Setelah melewati beberapa negara, Icak akhirnya berhasil menemukan p*pmie di salah satu minimarket Bandara Queen Alia Internasional, Yordania seharga 0,5 dinar atau sekitar 7500 rupiah. Sayangnya, minimarket tersebut tidak menyediakan air panas… Tetapi bukan Icak namanya kalau kehabisan akal, ia pun pergi ke salah satu kedai kopi dan meminta air panas disana. Untungnya, air panas itu free alias gratis hehehe… hal ini lumayan penting guna menghemat budget.

Masih kaitannya dengan mie instan, Icak juga bertemu dengan seorang kakek yang kekeuh *ngebet* makan mie instan goreng dengan kuahnya. Bukankah si kakek menyalahi kodrat mie instan goreng yang harusnya 'dikering' bukan dikuah? LOL… Saat ditanya alasannya, dia berkata “mie itu harus berkuah, dan saya suka kuahnya. Anak-anak saya juga selalu protes saat saya makan mie goreng berkuah”…” Anak-anaknya saja tak bisa melarangnya, apalagi saya,” ujar Icak.

Credited by: Icak Darmastyo (ig: @darmastyo) Written by: Hanifa Muslima (ig: @hanie_20)

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.