Mengenal Ritual Mumifikasi di Pedalaman Papua Nugini (17+)

Bukan hanya di Mesir, proses mumifikasi juga ditemukan di pedalaman Papua Nugini tepatnya daerah Aseki. Masyarakat asli Aseki atau yang lebih dikenal sebagai Suku Angga pada jaman dahulu memiliki tradisi mumifikasi yang unik yaitu dengan ritual pengasapan. Cara ini tentunya berbeda dengan proses mumifikasi di Mesir yang dilakukan dengan metode pembalsaman.

Seperti yang dilansir dari bbc.com, Kamis (3/12/2015), ritual pengasapan dimulai dari 'membersihkan' mayat dengan mengeluarkan lemak beserta isi tubuhnya lalu dimasukkan kedalam keranjang bambu dan selanjutnya diasapi serta dilumuri semacam tanah liat berwarna merah agar tubuh mayat awet dan tak gampang hancur. Setelah proses pengasapan selesai, para mayat mumi ini diletakkan begitu saja di tebing yang curam.

Meski terlihat sadis dan menyeramkan, ritual pengasapan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi terhadap orang mati yang dilakukan oleh Suku Angga di dataran tinggi Morobe selama ratusan tahun. Hal ini dibuktikan dengan peninggalan 14 mayat mumi berusia +/- 200 tahun yang masih awet dan dapat disaksikan hingga saat ini.

Berikut ini merupakan beberapa hasil dokumentasi oleh reporter BBC, Ian Lloyd Neubauer:  
Written by: @hanie_20
Web source:www.bbc.com

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.