Traveling ke Eropa? Yes We Can! :D

Traveling ke negara-negara Eropa memang menjadi impian banyak traveler Indonesia. Selain banyak tempat keren dan bersejarah, Eropa juga terkenal akan sistem transportasi modern dan kebersihannya. Salah satu Sobatorch yang biasa disapa Mas Goyo serta istrinya berkesempatan keliling Eropa selama 1 minggu. Ia akan share pengalaman serta kesan-kesannya saat traveling ke Eropa.

Check it out! ;)

Minggu, 20 September 2015

Traveling Eropa

Menurut saya, perjalanan antar kota berkeliling Eropa itu nikmatnya dijalani dengan transportasi darat; termasuk di antaranya menggunakan kereta dan bis. Bis merupakan opsi yang lebih murah, tapi kereta tentunya terasa lebih nyaman.

Stasiun utama kota-kota besar di Eropa biasanya megah dan tua. Tampak tua, tapi tetap bersih dan terawat. Contohnya ya Zurich Hauptbahnhof (Zurich HB, atau Stasiun utama Zurich) di bawah ini.

Stasiun utama Zurich

Mirip seperti Indonesia, Swiss juga sangat terbuka pada keberagaman. Bedanya mungkin mereka terbuka tidak hanya pada keberagaman suku dan agama, tapi juga ras dan suku-bangsa. Poster-poster di stasiun ini menunjukkan keberagaman tersebut; ada mas Omer dari Eritrea (foto atas, sebelah kanan) atau mbak Jin dari Korea Selatan (foto  atas sebelah kiri). Saya lupa nama dan asal dari mbak dan mas di bawah   ini…

Stasiun Zurich

Stasiun-stasiun di Eropa adalah tempat yang terbuka. Orang tidak perlu punya tiket untuk masuk ke peron. Untuk menggunakan jasa kereta, tentu saja perlu tiket. Pemeriksaan akan dilakukan di atas kereta.

Stasiun MRT Zurich

Hal yang paling saya sukai dari jasa kereta di Eropa adalah ketepatan waktunya. Hal tersebut membuat saya nyaman merencanakan perjalanan, termasuk tidak khawatir salah naik atau turun, karena tinggal mencocokkan dengan jam tangan saja. Swiss precision :-).

Tiket kereta bisa dibeli secara online ataupun di loket/mesin di stasiun. Umumnya tiket-tiket itu bersifat free-seating. Tapi, kalau berombongan dan ingin memastikan duduk berdekatan, bisa memesan nomor tempat duduk dengan membayar biaya lebih. Menurut pengalaman saya, kayaknya tidak perlu pesan karena keretanya jarang penuh. Apalagi saya hanya berpergian berdua -- gampang disempil-sempilin hehehe.

Lihat, empat bangku hanya untuk  berdua…

MRT Zurich  
Written & Documented by: Mas Goyo
Edited by: @hanie_20
 

Leave a comment

Please note: comments must be approved before they are published.